Showing posts with label Inspiration. Show all posts
Gengsi dan Kemewahan Membunuhmu.
Sedih rasanya ketika melihat generasi saat ini yang berfikir bahwa kemewahan adalah sesuatu hal yang patut untuk dibanggakan dan dipamerkan.
Padahal pada kenyataannya keadaan ekonomi mereka tidak semewah dan semampu itu, gengsilah yang membuat mereka bergaya layaknya priayi dan tidak dapat jujur pada diri sendiri.
Kenapa sih harus bermewah-mewah? kenapa tidak jadi sederhana saja? saya sendiri berpendapat justru sederhana itu lebih keren, karena dengan sederhana kita dapat menyesuaikan diri dalam berbagai kondisi.
Tapi tidak dengan generasi saat ini yang cenderung menutup-nutupi kehidupan mereka yang sederhana dan memamerkannya ketika mereka sedang mendapatkan atau merasakan sesuatu yang dirasa mewah, sangat tidak keren.
Apa intinya dari kemewahan? apa artinya? apakah generasi "mewah" ini berfikiran bahwa dengan memamerkan kemewahan mereka maka akan membuat orang lain yang melihatnya terkagum-kagum?
Setelah orang lain kagum melihatnya lalu apa?
Menurut saya, kemewahan adalah produk dari kapitalis. Kapitalis membuat tren mewah seakan kemewahan itu adalah sesuatu hal yang keren. Setelah ditanamkan pemikiran kalau "mewah adalah sesuatu hal yang keren" lalu mereka dapat menjual produk-produk mewah mereka yang sebenarnya biasa saja.
Tahukah kalian bahwa saat ini ada sekelompok pemuda yang menyebut diri mereka "hypebeast". Mereka tak lain adalah sekelompok pemuda yang mengenakan berbagai pakaian atau asesoris bermerek yang harganya diluar akal sehat.
Kapitalis sendiri menurut saya masih dapat diterima ketika mereka memiliki produk dengan kualitas atau fitur menarik yang mereka tawarkan kemudian mereka menentukan harga tinggi untuk produknya. Tapi sekali lagi menurut saya kapitalis sangat brengsek ketika menawarkan produk yang sebenarnya biasa saja dengan harga yang diluar akal sehat, satu-satunya yang mereka tawarkan pada produk mereka hanyalah brand.
Seperti salah satu merk/brand yang sering digandrungi para pemuda "hypebeast" ini, mereka mematok harga sekitar Rp. 4.000.000,- untuk setiap kaos yang hanya bertuliskan nama brand mereka sendiri.
Tapi ya kembali lagi masalahnya adalah para pemuda yang cenderung menyukai dan memamerkan kemewahan ini, mereka akan sangat tergila-gila dengan produk yang sebenarnya masih banyak yang lebih baik dan lebih murah.
Akan tetapi tulisan ini tidak hanya menyinggung bagi mereka yang "hypebeast" saja, saya juga menyayangkan mereka yang hobi pamer makan di hotel mewah atau hanya sekedar berenang di hotel mewah. Juga mereka yang berfoto dengan memanfaatkan pantulan cermin untuk memamerkan logo buah pada handphone mahal mereka.
Jadilah sederhana, sederhana itu keren.
Mimpi.
Yang aku maksudkan disini bukanlah mimpi yang berarti harapan, tapi mimpi yang katanya cuma bunga tidur.
Tapi entah kenapa dari kecil aku udah percaya kalau mimpi tidur kita itu pastilah berarti sesuatu yang akan terjadi ataupun yang sedang terjadi dalam hidup kita.
Dari kecil aku sering bermimpi, seringkali mimpi itu bisa kuingat bahkan setiap detailnya. Apakah itu artinya mimpi tersebut adalah salah satu mimpi yang berarti harus aku ketahui artinya.
Memang banyak sih yang bilang kalau mimpi itu hanyalah bunga tidur yang tak lain adalah efek dari aktivitas yang kita lakukan pada hari itu. Kalau kita bermimpi buruk itu karna kita kelelahan, kalau mimpi kita enak berarti kita sedang merasa nyaman.
Tapi entah kenapa aku tetap saja percaya kalau mimpi punya arti yang lebih dari itu. Entah kenapa. Apa karna aku terlalu banyak membaca dan mempelajari tentang filosofi? entahlah.
Mungkin karna memang setiap mimpi itu punya arti, atau mungkin karna kisah nabi Yusuf AS yang bisa menafsirkan mimpi.
Entahlah, yang pasti aku percaya bahwa setiap mimpi itu mempunyai sebuah makna dan arti. Setiap mimpi. Mimpi bertemu presiden, mimpi berenang, mimpi terbang bebas, atau apapun itu. Aku percaya semua itu punya arti. Atau akunya aja yang gampang percayaan? haaaa!!!!
Bodoh.
![]() |
| Wuaduh. |
Assalamualaikum. Hahah, lucu emang. Baru-baru ini aku nulis artikel tentang Hal yang Sebenernya Bikin Malu Umat Islam. Dan berbagai tanggapan pun muncul, mulai dari yang setuju dan tentu jika ada yang setuju sudah pasti ada juga yang tidak setuju.
Yang bikin lucu sih ada yang sampe menganggap aku bodoh. Ya gapapa sih, wong aku juga gak bilang kalo aku pinter kok.
Tapi tau gak yang sebenernya bikin aku ketawa itu apa? mereka men-judge aku bodoh dengan yang katanya pola pikirku ini pendek, tapi mereka justru mengklarifikasinya dengan panjang lebar.
Lah jadi yang sebenernya bodoh ini siapa? lah kalo emang kalian udah tau kalo aku ini bodoh ngapain masih mengklarifikasi ngetik panjang lebar untuk seorang yang bodoh?
Aku sih gak masalah sama yang protes secara realistis yang mungkin juga alasannya bisa aku terima. Tapi sampe yang kaya gak terima banget ini yang sampe ngatain yang engga-engga.
Aduuhhhh, kalo kata @negativisme sih:
Kalo ga sependapat silakan didebat. kali ga mau mendebat dan tetep tak sependapat, tinggal minggat. Tak ada pemaksaan apapun disini
— negativisme (@negativisme) June 26, 2015
Jadi ya santai ajalah kalo berdebat itu, jangan sampe nge-judge bodoh atau sebagainya. Justru menurutku yang menunjukkan kalian cerdas itu ketika kalian bisa menghargai pendapat orang lain dengan alasan tertentu.
Aku malah justru lebih takut sama orang yang komen "ketawa aja deh gua" atau "haha" itu lebih aku takutkan daripada yang sok pinter sok klarifikasi sampe panjang lebar yang justru akan menunjukkan kebodohannya. Wassalam.



